Header Ads

Sosialisasi PPS Ancaran Dalam Melaksanakan P2S Pemilu 2019


Pemilu serentak yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019 mendatang menggabungkan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden beserta Wakil Presiden sehingga sering disebut-sebut sebagai pemilu paling rumit di dunia. Bagaimana tidak, sekali masuk bilik suara, seorang pemilih harus membuka lima lembar surat suara dan memilih lima nama di antara ratusan calon.


"Pelaksanaan Pemilu 2019 ini sangat berbeda dengan Pilkada tahun lalu," ujar Ade Zezen --Ketua PPS Ancaran, ketika diwawancara mengenai kesiapan PPS Ancaran menghadapi hajat besar nasional tanggal 17 April 2019 nanti. "Masih banyak pemilih yang belum mengetahui bagaimana bentuk dan warna kertas suara serta serta bagaimana cara menyalurkan hak di bilik suara nanti," lanjutnya.

Ketika ditanya mengenai sosialisasi yang telah dilakukan, tokoh muda yang pernah dikenal sebagai da'i cilik tersebut menjelaskan bahwa PPS Ancaran telah melakukan sosialisasi melalui spanduk dan media sosial, namun diakuinya bahwa sosialisasi tersebut belum menyentuh seluruh masyarakat. "Kami memanfaatkan media sosial, grup whatsapp, memasang spanduk dan baligho, serta melakukan sosialisasi secara informal ketika sedang ngobrol-ngobrol dengan warga," ujarnya.

PPS Ancaran juga telah mengajak seluruh ketua dan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk ikut membantu melaksanakan sosialisasi kepada warga. Hal ini disampaikan oleh Eman Herman. "Di Ancaran ada 23 TPS, artinya ada 161 orang anggota KPPS dan 46 anggota Pamsung yang dapat ikut membantu melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat," kata Kaur. Keuangan Pemdes Ancaran yang juga menjabat sebagai staf Sekretariat PPS Desa Ancaran tersebut.

Keterlibatan pemerintah desa serta pihak-pihak lain sangat dibutuhkan untuk dapat lebih mensosialisasikan Pemilu 2019 kepada masyarakat, dengan harapan pelaksanaan hajat lima tahun sekali tersebut dapat berjalan sukses tanpa kendala berarti.

Diberdayakan oleh Blogger.